Program Studi  Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia memiliki sistem pengelolaan yang fungsional dan operasional yang mencakup perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengembangan staf (staffing), kepemimpinan (leading), pengawasan (controlling), monitoring, dan  evaluasi yang efektif dilaksanakan sebagai berikut.

1. Planning

Perencanaan dilakukan dengan mengacu pada visi, misi, tujuan, dan

sasaran yang telah dijabarkan dalam Renstra FKIP. Perencanaan meliputi bidang-bidang berikut ini.

  1. pendidikan dan pengajaran
  2. penelitian
  3. pengabdian kepada masyarakat
  4. pembinaan kemahasiswaan
  5. sumber daya manusia
  6. kelembagaan dan tata laksana
  7. keuangan
  8. sarana dan prasarana
  9. kerja sama

Untuk merealisasikan rencana tersebut, setiap tahun dilakukan rapat kerja rutin oleh program studi di bawah koordinasi fakultas. Setiap unit membuat dan mengusulkan rencana kerja setiap  bidang. Penyusunan program kerja dilakukan secara  terpadu dengan evaluasi program kerja tahun sebelumnya. Apabila ada program kerja yang tidak terlaksana pada tahun sebelumnya, program kerja tersebut dapat direncanakan kembali jika dianggap masih diperlukan. Program kerja yang telah disusun diusulkan ke universitas untuk mendapatkan persetujuan. Setelah mendapat persetujuan dari  universitas, program kerja tersebut dapat dilaksanakan sesuai dengan perencanaan.

Perencanaan dosen pengampu mata kuliah program studi sesuai spesifikasi keilmuannya.

  1. Perencanaan jadwal perkuliahan setiap awal semester disesuaikan dengan kalender akademik.
  2. Pengembangan SAP, RPS, dan buku ajar ataumodul pembelajaran.
  3. Mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan sarana dan prasarana penunjang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada m
  4. Menyusun pedoman dan program pembimbingan akademik (PA) dan Pembimbingan Tugas Akhir (Karya Ilmiah) berdasarkan Standar Operasional Prosedur.
  5. Menyusun mekanisme dan standar pencapaian program pendidikan.
  6. Perencanaan anggaran Program Studi untuk setiap awal semester sebagai acuan program kerja tahunan.
  7. Melakukan kerjasama di bidang pendidikan, pengabdian masyarakat, dan pendataan alumni.

2. Organizing

Untuk mencapai tujuan jangka panjang dibuat  sistem pengorganisasian kerja yang kuat. Pendistribusian tugas dan tanggung jawab dilakukan dengan pendekatan kolektivitas supaya terbina kebersamaan dalam melaksanakan program.  Program studi membagi kegiatan dalam unit-unit kerja yang bekerja sesuai dengan wilayah kerjanya yang dipimpin oleh seorang koordinator. Dalam hal mendesak, dapat juga dimunculkan koordinator yang bekerja sesuai dengan keperluan yang mendesak. Koodinator tersebut terdiri dari koordinator laboratorium, koordinator pelaksanaan PPL mahasiswa, koordinator kegiatan kemahasiswaan, koordinator pendidikan, penelitian, dan pengabdian, koordinator pengembangan sumber daya, dan koordinator mata kuliah lintas fakultas dan lintas program studi.

3. Staffing

       Penempatan staf di program studi disesuaikan dengan kemampuan dan latar belakang pendidikan dan keterampilan. Hal itu dilakukan untuk mendukung keberhasilan memberdayakan perangkat program studi. Penempatan staf tercermin pada pendelegasian tugas bagi seluruh staf dengan pembagian tugas yang jelas.

4. Leading

Kepemimpinan di dalam program studi bukan merupakan kepemimpinan otoriter. Dalam kepemimpinan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, perencanaan dan kegiatan didelegasikan kepada unit-unit yang sudah ditentukan dan setiap unit wajib menyampaikan laporan kegiatan kepada program studi dan kepada fakultas.

  1. Menganjurkan kepada dosen untuk melaksanaan kegiatan belajar mengajar mata kuliah dalam satu semester sebanyak 16 kali tatap muka termasuk pelaksanaan evaluasi tengah semester dan akhir semester.
  2. Menganjurkan untuk setiap dosen menggunakan sumber pustaka yang up to-date/muktahir dalam kegiatan belajar mengajar.
  3. Mahasiswa diarahkan menyusun proposal dan tugas akhir dengan bimbingan dosen yang sesuai dengan bidang keahliannya serta mampu mempertanggungjawabkan di depan dosen penguji.
  4. Senantiasa melibatkan semua civitas akademika dalam kegiatan akademik program studi.

5. Controlling

Ketua program studi melakukan kegiatan monitoring dan evalluasi terhadap pelaksanaan tugas bagi unit-unit dalam program studi. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menngukur tingkat keberhasilan dan implementasi kebijakan sehingga menjadi ukuran bagi perencanaan ke depan. Bila pencapaian tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, dilakukan evaluasi terhadaap kinerja dosen dan tenaga kependidikan. Dalam melaksanakan kegiatan pengawasan, mekanisme monitoring dan  evaluasi dilakukan dengan cara berikut ini.

  1. Mekanisme rapat rutin

Rapat  rutin dilakukan pimpinan dan dosen program studi. Rapat ini meliputi rapat persiapan perkuliahan (penetapan dosen pengampu mata kuliah), rapat koordinator mata kuliah lintas prodi dan mata kuliah parallel, rapat koordinasi dosen pembimbing PPL dan magang, rapat pelaksanaan penelitian dan pengabdian, rapat laboratorium.

2.Mekanisme monitoring kehadiran mahasiswa

Pada saat selesai perkuliahan dosen mengecek dan mencatan kehadiran mahasiswa secara  manual. Bagian administrasi perkuliahan merekapitulasi kehadiran mahasiswa dalam setiap perkuliahan dan menyampaikan hasil rekapitulasinya kepada dosen pada akhir semester. Menjelang palaksanaan ujian akhir semester (UAS), dosen dapat menganalisis kehadiran mahasiswa dan menentukan  mahasiswa yang memenuhi syarat dan tidak memenuhi syarat untuk  mengikuti ujian akhir semester. Mahasiswa yang kehadirannya dalam perkuliahan kurang dari 80 % tidak diikutkan dalam ujian akhir semester sebelum diberi bimbingan khusus.

3. Mekanisme monitoring kehadiran dosen

Kehadiran dosen dalam memberikan perkuliahan selain dimonitoring oleh unit penjaminan mutu,  juga dimonitoring oleh program studi. Setiap selesai mengajar,  dosen menandatangani lembaran presensi dosen yang disiapkan oleh program studi. Lembaran presensi dosen direkap oleh sub administrasi perkuliahan dan hasilnya diberikan kepada ketua program studi.

Monitoring dan evaluasi juga dilakukan dalam hal-hal berikut ini,

  1. Evaluasi terhadap mahasiswa dilakukan melalui praktikum, kuis, tugas, partisipasi kelas, mid dan final test,
  2. Mengadakan rapat akademik setiap semester untuk mengevaluasi kesesuaian SAP dan RPS dengan materi kuliah dosen pengampu mata kuliah,
  3. Setiap akhir semester mahasiswa diberi angket untuk menilai dosen dalam melakukan kegiatan proses belajar mengajar.
  4. Setiap akhir semester dilaksanakan evaluasi Indeks Prestasi Akademik.